Perubahan nama brand bisa terjadi karena berbagai alasan. Bisnis mungkin ingin menggunakan nama yang lebih mudah diingat, memperluas target pasar, atau menyesuaikan identitas dengan perkembangan perusahaan. Setelah perubahan tersebut, pemilik tidak cukup hanya mengganti logo dan nama pada media sosial.
Website juga membutuhkan penyesuaian agar seluruh informasi tetap konsisten. Pengunjung harus melihat identitas yang sama ketika mereka membuka website, membaca artikel, melihat halaman produk, atau menghubungi bisnis.
Penyesuaian situs setelah perubahan nama brand membantu pemilik mengatur berbagai bagian website agar mengikuti identitas baru tanpa mengabaikan informasi lama yang masih relevan.
Periksa Seluruh Informasi Brand di Website
Mulailah dengan mencari semua bagian website yang masih menggunakan nama lama. Periksa halaman utama, halaman tentang perusahaan, produk, layanan, artikel, footer, header, dan halaman kontak.
Jangan hanya mencari nama brand dalam teks. Periksa juga logo, gambar, metadata, judul halaman, dan elemen lain yang menampilkan identitas bisnis.
Buat daftar bagian yang perlu diperbarui. Daftar tersebut membantu pemilik mengerjakan perubahan secara sistematis tanpa melewatkan bagian tertentu.
Perbarui Nama dan Identitas Visual
Setelah menemukan bagian yang masih menggunakan nama lama, ubah informasi tersebut mengikuti identitas baru. Gunakan nama brand secara konsisten pada seluruh halaman.
Perbarui logo, favicon, warna, dan elemen visual lain jika perubahan brand juga mencakup identitas desain. Pastikan tampilan baru tetap nyaman bagi pengunjung.
Hindari mencampur nama lama dan nama baru tanpa alasan yang jelas. Penggunaan dua identitas secara bersamaan bisa membuat pengunjung bingung ketika mereka mencoba memastikan bahwa mereka sedang mengakses bisnis yang sama.
Sesuaikan Domain Jika Dibutuhkan
Perubahan nama brand terkadang membuat pemilik ingin mengganti domain. Jika kondisi tersebut terjadi, rencanakan perpindahan domain sebelum melakukan perubahan.
Periksa domain baru dan pastikan alamat tersebut sesuai dengan identitas brand. Setelah itu, siapkan pengalihan dari domain lama menuju domain baru.
Jangan langsung mematikan domain lama. Pengunjung mungkin masih menggunakan alamat tersebut dari bookmark, artikel, media sosial, atau sumber lainnya.
Periksa Struktur URL
Jika pemilik juga mengganti nama pada URL, periksa setiap halaman yang menggunakan nama brand lama. Tentukan URL baru yang lebih sesuai dengan identitas saat ini.
Buat daftar URL lama dan URL baru sebelum melakukan perubahan. Setelah itu, atur redirect agar pengunjung yang membuka alamat lama tetap menemukan halaman yang sesuai.
Perbarui tautan internal menuju URL baru. Periksa menu navigasi, artikel, kategori, footer, dan bagian lain yang mungkin masih menggunakan alamat sebelumnya.
Perbarui Konten yang Menyebut Nama Lama
Artikel lama bisa menjadi bagian yang paling mudah terlewat saat melakukan rebranding. Periksa seluruh konten yang masih menyebut nama brand sebelumnya.
Ganti nama tersebut jika konteksnya masih relevan. Namun, jangan mengubah informasi historis secara sembarangan jika nama lama memang memiliki nilai sebagai bagian dari sejarah bisnis.
Pastikan perubahan tetap menghasilkan informasi yang jelas bagi pembaca. Jika sebuah artikel menjelaskan perubahan nama, berikan konteks agar pembaca memahami hubungan antara identitas lama dan identitas baru.
Sesuaikan Halaman Kontak
Halaman kontak harus menunjukkan informasi brand terbaru. Periksa alamat email, nomor telepon, alamat kantor, formulir, dan tautan media sosial.
Jika bisnis menggunakan alamat email dengan domain lama, tentukan apakah bisnis akan mempertahankannya sementara atau langsung menggantinya dengan alamat baru.
Perbarui Metadata Website
Metadata juga perlu mengikuti identitas baru. Periksa title tag, meta description, dan informasi lain yang masih menggunakan nama brand lama.
Gunakan nama baru secara natural tanpa memaksakan perubahan pada setiap halaman. Pastikan metadata tetap menggambarkan isi halaman dan membantu pengunjung memahami informasi sebelum membuka website.
Periksa juga data terstruktur jika website menggunakannya. Informasi bisnis yang muncul dalam sistem website harus mengikuti identitas yang benar.
Informasikan Perubahan kepada Pengunjung
Perubahan nama brand bisa membuat pengunjung bertanya-tanya apakah mereka masih mengakses bisnis yang sama. Karena itu, pemilik bisa memberikan informasi singkat mengenai perubahan tersebut.
Letakkan pengumuman pada halaman yang relevan jika perubahan cukup besar. Jelaskan nama baru dan hubungannya dengan brand sebelumnya secara sederhana.
Komunikasi yang jelas membantu pengunjung memahami perubahan tanpa merasa kehilangan informasi yang mereka kenal sebelumnya.
Pantau Website Setelah Perubahan
Setelah semua penyesuaian selesai, periksa website dari sisi pengunjung. Buka halaman utama, artikel, produk, formulir, dan halaman kontak.
Periksa juga URL lama untuk memastikan redirect berjalan dengan baik. Pantau error yang muncul setelah perubahan dan segera perbaiki bagian yang bermasalah.
Lakukan pemeriksaan secara berkala sampai seluruh informasi website menggunakan identitas baru secara konsisten.
Kesimpulan
Penyesuaian situs setelah perubahan nama brand mencakup pembaruan identitas, konten, domain, URL, kontak, metadata, dan elemen visual. Pemilik bisnis perlu mengerjakan setiap bagian secara terencana agar pengunjung tetap mengenali hubungan antara brand lama dan identitas baru.
Periksa juga redirect dan tautan internal setelah perubahan agar pengunjung tetap bisa mengakses informasi yang mereka cari. Jika bisnis membutuhkan dukungan untuk mengelola website sekaligus menjaga optimasinya setelah rebranding, jasa seo website dapat membantu proses pengelolaan situs secara lebih terarah.
Rahma Yani adalah seorang pelajar yang memiliki minat di bidang SEO dan digital marketing serta aktif mempelajari strategi optimasi untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari.



