Rumput yang masih tertinggal di palung tidak selalu menandakan bahwa peternak memberikan pakan terlalu banyak. Kondisi tersebut juga bisa terjadi ketika batang terlalu keras, ternak kesulitan menjangkau makanan, atau kualitas hijauan menurun sebelum waktu makan tiba.
Mengurangi sisa pakan di kandang perlu dimulai dengan mengamati penyebabnya, bukan langsung mengurangi jatah setiap ekor. Pengaturan jumlah, kualitas hijauan, tempat pakan, dan jadwal harian membantu peternak menekan pemborosan tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi sapi, kambing, maupun domba.
Cara Mengurangi Sisa Pakan di Kandang
1. Kenali Jenis Pakan yang Sering Tersisa
Amati jenis bahan yang tertinggal setelah waktu makan selesai, lalu bandingkan dengan pakan yang baru diberikan. Jika batang kasar selalu tersisa sementara daun habis, kemungkinan ukuran potongan atau mutu hijauan perlu diperbaiki, bukan sekadar mengurangi seluruh porsi.
Pisahkan sisa yang masih bersih dari bahan yang basah, berlendir, berjamur, atau terkena kotoran. Pakan yang sudah rusak jangan dicampur kembali ke palung karena dapat mengganggu kesehatan ternak dan membuat bahan baru ikut tercemar.
2. Sesuaikan Takaran dengan Konsumsi Ternak
Mulailah dengan mencatat jumlah pakan yang diberikan dan sisa pada waktu yang sama selama beberapa hari. Dari catatan itu, peternak dapat memperkirakan kebutuhan nyata setiap kelompok dan menyesuaikan takaran secara bertahap, bukan mengubahnya secara drastis dalam satu hari.
Perhatikan bobot, umur, tahap produksi, serta kondisi tubuh ternak ketika menetapkan ransum. Sapi penggemukan, induk menyusui, dan ternak yang sedang tumbuh tidak selalu membutuhkan komposisi yang sama, sehingga penghematan tidak boleh mengorbankan kecukupan nutrisi.
Ukur pakan dengan wadah atau timbangan yang sama setiap hari agar perbandingan tidak berubah karena cara menakar. Ketika sisa turun, pertahankan pengaturan beberapa hari dan pantau kondisi tubuh sebelum menyimpulkan bahwa porsi baru sudah tepat.
3. Perbaiki Ukuran dan Mutu Hijauan
Rumput yang terlalu panjang atau batangnya keras lebih mudah dipilih-pilih oleh ternak. Potong hijauan menjadi ukuran yang sesuai agar lebih mudah dimakan dan dicampur, serta hindari mencacah terlalu awal jika hasilnya akan dibiarkan lama hingga panas atau layu.
Mutu bahan sejak pemanenan juga ikut menentukan berapa banyak hijauan yang akhirnya termakan. Baca panduan waktu terbaik memanen rumput pakan untuk mempertimbangkan waktu pemotongan dan penanganan rumput sebelum dibawa ke kandang.
4. Atur Palung dan Cara Pemberian
Pastikan palung tidak terlalu tinggi, sempit, licin, atau sulit dijangkau sehingga ternak bisa makan dengan nyaman. Sediakan ruang makan yang cukup bagi seluruh kelompok agar hewan yang lebih dominan tidak menghalangi ternak lain dan menyebabkan pakan menumpuk di satu sisi.
Bagikan pakan di permukaan palung secara merata dan buat jadwal pemberian yang konsisten. Untuk pakan campuran, aduk bahan hingga tersebar merata supaya ternak tidak hanya memilih bagian yang disukai dan meninggalkan komponen lain.
Periksa juga apakah palung bocor atau posisinya membuat rumput mudah terinjak dan jatuh ke lantai. Perbaiki bagian yang rusak dan atur tinggi palung sesuai ukuran ternak; pakan yang jatuh ke lantai kotor sebaiknya tidak dikembalikan.
5. Pertahankan Kesegaran dan Kebersihan Pakan
Berikan hijauan sedekat mungkin dengan waktu konsumsi dan jangan membiarkannya menumpuk terlalu lama di bawah panas atau terkena hujan. Pakan yang berubah bau, berlendir, atau berjamur perlu disingkirkan, sedangkan palung dibersihkan dari sisa lama sebelum diisi kembali.
Simpan bahan cadangan di tempat kering dan berventilasi, lalu gunakan stok yang lebih dulu disiapkan selama kondisinya masih baik. Cara ini mengurangi risiko bahan rusak di gudang dan mencegah pakan berkualitas buruk berakhir di kandang.
Kesimpulan
Cara mengurangi sisa pakan di kandang dimulai dengan mengenali penyebab makanan tertinggal, menyesuaikan takaran, memperbaiki kualitas hijauan, dan memastikan palung mudah dijangkau. Kebersihan tempat pakan serta pengaturan persediaan juga membantu mencegah bahan terbuang karena rusak.
Biasakan mencatat pemberian dan sisa pakan setiap hari sebelum melakukan perubahan ransum. Dengan evaluasi teratur, peternak dapat mengendalikan penggunaan bahan sekaligus menjaga kebutuhan nutrisi dan kondisi ternak.



