bagaimana cara menentukan tingkat kehalusan tepung
Blog

Bagaimana Cara Menentukan Tingkat Kehalusan Tepung? Ini Panduannya

Tingkat kehalusan tepung memengaruhi tekstur adonan, kualitas makanan, dan kelancaran produksi. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami bagaimana cara menentukan tingkat kehalusan tepung sebelum menjual hasil olahannya. Pemeriksaan yang tepat membantu produsen menyesuaikan tekstur tepung dengan kebutuhan resep dan standar kualitas produk.

Setiap bahan memiliki karakteristik berbeda setelah melalui proses penggilingan. Tepung singkong untuk membuat kue, misalnya, mungkin membutuhkan ukuran partikel berbeda dari tepung untuk produk makanan lainnya. Dengan mengukur tingkat kehalusan secara konsisten, produsen dapat menjaga mutu hasil gilingan sekaligus mengurangi pengulangan proses.

1. Sesuaikan Kehalusan dengan Kebutuhan Produk

Langkah pertama ialah menentukan hasil akhir yang ingin dicapai. Tepung untuk adonan halus biasanya memerlukan ukuran partikel lebih kecil daripada bubuk yang memiliki tekstur agak kasar. Produsen sebaiknya memeriksa kebutuhan resep dan spesifikasi produk sebelum memilih metode penggilingan.

Jangan langsung menganggap tepung paling halus selalu menjadi pilihan terbaik. Beberapa produk justru membutuhkan tekstur tertentu agar karakter bahannya tetap sesuai. Oleh sebab itu, tentukan target kehalusan berdasarkan fungsi tepung, bukan hanya penampilan permukaannya.

2. Gunakan Ayakan dengan Ukuran Mesh yang Sesuai

Ayakan membantu produsen memisahkan partikel berdasarkan ukurannya. Istilah mesh menjelaskan banyaknya lubang pada ayakan dalam ukuran panjang tertentu. Secara umum, angka mesh yang lebih tinggi menunjukkan bukaan lebih kecil sehingga ayakan menahan partikel berukuran lebih besar.

Pilih ayakan berdasarkan target produk, kemudian gunakan ukuran yang sama saat melakukan pemeriksaan rutin. Sebagai contoh, pengujian tepung beras dapat menggunakan ayakan 80 mesh sesuai metode dalam SNI 3549:2009. Namun, angka tersebut bukan standar universal untuk semua jenis tepung karena setiap produk memiliki persyaratan berbeda.

3. Lakukan Pengujian Sampel Secara Konsisten

Ambil sampel tepung dari hasil produksi, lalu timbang dengan alat ukur yang sesuai. Masukkan sampel ke ayakan dan lakukan pengayakan dengan durasi serta cara yang konsisten. Setelah selesai, timbang partikel yang tertahan dan bandingkan beratnya dengan berat sampel awal.

Untuk pengujian sederhana, gunakan rumus berikut untuk menghitung persentase bahan yang lolos ayakan:

Persentase lolos = (berat bahan lolos ÷ berat sampel awal) × 100%.

Sebagai contoh, dari 100 gram tepung yang diuji, sebanyak 90 gram berhasil melewati lubang ayakan. Artinya, persentase kelolosan mencapai 90%. Angka tersebut menunjukkan hasil pengujian pada ukuran ayakan yang digunakan, bukan ukuran pasti setiap partikel tepung.

4. Perhatikan Kondisi Bahan dan Mesin

Kadar air, karakter bahan baku, serta kondisi mesin memengaruhi hasil penggilingan. Bahan yang terlalu lembap dapat menggumpal dan menghambat proses, sedangkan bahan dengan kondisi tidak seragam dapat menghasilkan partikel dengan ukuran beragam. Karena itu, periksa kondisi bahan sebelum memasukkannya ke mesin.

Produsen dapat menggunakan mesin penepung diskmill serbaguna untuk menggiling bahan menjadi tepung. Sesuaikan mesin dengan karakter bahan, kemampuan produksi, serta hasil kehalusan tepung yang dibutuhkan.

5. Catat Hasil Pemeriksaan

Buat catatan mengenai jenis bahan, ukuran ayakan, berat sampel, persentase kelolosan, dan pengaturan mesin. Data tersebut membantu produsen membandingkan hasil antarbets serta menemukan penyebab perubahan tekstur. Jika hasil belum sesuai, evaluasi proses penggilingan dan lakukan pengujian ulang.

Kesimpulan

Untuk menentukan tingkat kehalusan tepung, tetapkan target produk, pilih ayakan yang tepat, uji sampel, dan periksa kondisi bahan. Catat setiap hasil pengujian agar produsen dapat menjaga mutu tepung secara konsisten.

Kunjungi Rumah Mesin untuk memperoleh informasi mengenai peralatan pengolahan bahan dan pilihan mesin yang sesuai dengan kebutuhan usaha.