Pemilik usaha menghitung biaya overhead produksi untuk mengetahui total biaya pembuatan produk
Blog

Biaya Overhead Produksi dan Contohnya

Biaya overhead produksi menjadi salah satu bagian penting dalam menghitung total biaya pembuatan produk. Banyak pemilik usaha hanya fokus pada bahan baku dan tenaga kerja.

Padahal, proses produksi juga membutuhkan listrik, air, perawatan mesin, serta berbagai pengeluaran pendukung lainnya.

Karena itu, kamu perlu memasukkan biaya overhead ke dalam perhitungan biaya produksi. Dengan pencatatan yang tepat, kamu dapat mengetahui biaya sebenarnya untuk menghasilkan produk.

Selain itu, informasi tersebut membantu kamu menentukan harga jual dan menghitung keuntungan secara lebih akurat.

Apa Itu Biaya Overhead Produksi

Biaya overhead produksi merupakan pengeluaran yang mendukung proses produksi tetapi tidak termasuk bahan baku utama dan tenaga kerja langsung. Biaya ini tetap muncul selama kegiatan produksi berjalan.

Misalnya, sebuah usaha membuat makanan menggunakan mesin oven. Pemilik usaha tentu membutuhkan listrik untuk menjalankan oven. Selain itu, pemilik juga perlu mengeluarkan biaya untuk membersihkan dan merawat peralatan.

Dengan demikian, biaya tersebut tetap memengaruhi total biaya produksi meskipun tidak menjadi bagian langsung dari produk.

Jenis Biaya Overhead Produksi

Ada beberapa jenis pengeluaran yang dapat masuk ke dalam biaya overhead produksi. Berikut beberapa contohnya:

1. Biaya Listrik dan Air

Kegiatan produksi sering membutuhkan listrik dan air. Misalnya, usaha makanan menggunakan listrik untuk menjalankan oven, kulkas, mixer, atau mesin lainnya.

Sementara itu, air dapat digunakan untuk membersihkan bahan, peralatan, maupun area produksi. Oleh sebab itu, pemilik usaha perlu memperhitungkan penggunaan listrik dan air dalam biaya produksi.

2. Biaya Perawatan Mesin

Mesin dan peralatan membutuhkan perawatan secara rutin agar tetap berfungsi dengan baik. Karena itu, biaya servis, penggantian komponen, dan perawatan peralatan dapat masuk dalam overhead produksi.

Dengan melakukan perawatan secara berkala, kamu juga dapat mengurangi risiko kerusakan yang menghambat kegiatan produksi.

3. Biaya Penyusutan Peralatan

Peralatan produksi mengalami penurunan nilai karena penggunaan dari waktu ke waktu. Contohnya, mesin produksi, oven, freezer, dan peralatan lainnya.

Meskipun kamu tidak mengeluarkan uang setiap bulan untuk penyusutan, kamu tetap perlu memperhitungkan nilainya. Dengan begitu, perhitungan biaya produksi dapat menggambarkan penggunaan aset secara lebih realistis.

4. Biaya Pendukung Produksi

Selain itu, beberapa kebutuhan pendukung juga dapat masuk dalam biaya overhead. Contohnya bahan pembersih, perlengkapan keselamatan kerja, biaya sewa ruang produksi, dan kebutuhan pendukung lainnya.

Contoh Perhitungan Biaya Overhead

Misalnya, sebuah usaha mengeluarkan biaya listrik Rp500.000, air Rp150.000, perawatan mesin Rp200.000, dan kebutuhan produksi lainnya Rp150.000 dalam satu bulan.

Maka total biaya overhead mencapai:

Rp500.000 + Rp150.000 + Rp200.000 + Rp150.000 = Rp1.000.000

Jika usaha menghasilkan 500 produk, maka overhead per produk menjadi:

Rp1.000.000 รท 500 = Rp2.000

Artinya, setiap produk menanggung biaya overhead sebesar Rp2.000.

Mengapa Biaya Overhead Perlu Dicatat

Pencatatan biaya overhead membantu kamu menghitung biaya produksi dengan lebih lengkap. Selain itu, data tersebut membantu kamu menentukan harga jual agar tidak terlalu rendah.

Jika kamu mengabaikan overhead, harga pokok produksi bisa terlihat lebih kecil dari kondisi sebenarnya. Akibatnya, kamu mungkin menetapkan harga jual yang tidak mampu memberikan keuntungan sesuai target.

Untuk memahami perhitungan biaya produksi secara lebih lengkap, kamu juga dapat membaca panduan menghitung harga pokok produksi.

Gunakan Pencatatan yang Lebih Praktis

Semakin besar aktivitas usaha, semakin banyak biaya yang perlu kamu catat. Karena itu, pencatatan manual dapat menyita waktu dan meningkatkan risiko kesalahan.

Sebagai alternatif, kamu dapat menggunakan platform pencatatan usaha untuk membantu mengelola berbagai data bisnis. Dengan sistem pencatatan yang lebih teratur, kamu dapat memantau pengeluaran dan mengevaluasi biaya produksi dengan lebih mudah.

Kesimpulan

Biaya overhead produksi mencakup berbagai pengeluaran pendukung seperti listrik, air, perawatan mesin, penyusutan peralatan, dan kebutuhan produksi lainnya.

Walaupun biaya tersebut tidak masuk langsung ke dalam produk, pengaruhnya tetap penting terhadap total biaya produksi.

Oleh karena itu, catat seluruh biaya overhead secara rutin. Dengan pencatatan yang lengkap, kamu dapat menghitung harga pokok produksi dengan lebih akurat, menentukan harga jual secara tepat, dan menjaga keuntungan usaha tetap sehat.