Contoh perhitungan turnover karyawan
Blog

Contoh Perhitungan Turnover Karyawan beserta Hasilnya

Contoh perhitungan turnover karyawan dapat membantu HR memahami cara menggunakan data tenaga kerja untuk memperoleh persentase pergantian pekerja. Perhitungan biasanya menggunakan jumlah karyawan yang keluar dan rata-rata jumlah tenaga kerja selama periode yang sama.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan ingin mengevaluasi turnover selama satu tahun. Pada awal periode terdapat 150 karyawan, sedangkan pada akhir tahun jumlahnya menjadi 140 karyawan. Sepanjang tahun tersebut, sebanyak 18 pekerja keluar dari perusahaan.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk menghitung tingkat turnover. Selain menghitung angka keseluruhan, HR juga dapat memisahkan pekerja yang mengundurkan diri secara sukarela dan pekerja yang keluar atas keputusan perusahaan.

Data untuk Menghitung Turnover Karyawan

Sebelum memulai perhitungan, HR perlu menyiapkan data dalam periode yang sama. Pada contoh ini, perusahaan memiliki informasi sebagai berikut:

Jumlah karyawan awal tahun = 150 orang
Jumlah karyawan akhir tahun = 140 orang
Jumlah karyawan keluar = 18 orang

Dari 18 pekerja tersebut, 12 orang mengundurkan diri secara sukarela, sedangkan 6 orang keluar bukan atas keputusan sendiri.

Perhitungan turnover karyawan menggunakan rata-rata jumlah tenaga kerja sebagai pembagi. Karena itu, HR perlu menghitung angka rata-rata terlebih dahulu sebelum mencari persentase turnover.

Contoh Perhitungan Turnover Karyawan

1. Hitung rata-rata jumlah karyawan

Rumus rata-rata tenaga kerja:

(Jumlah Karyawan Awal + Jumlah Karyawan Akhir) ÷ 2

Masukkan data perusahaan:

(150 + 140) ÷ 2 = 145

Jadi, rata-rata jumlah karyawan selama periode tersebut adalah 145 orang.

2. Hitung total turnover

Gunakan rumus:

Turnover Rate = (Jumlah Karyawan Keluar ÷ Rata-Rata Karyawan) × 100%

Maka perhitungannya:

(18 ÷ 145) × 100% = 12,41%

Dengan demikian, tingkat turnover perusahaan selama satu tahun mencapai sekitar 12,41%.

3. Hitung voluntary turnover

Perusahaan mencatat 12 pekerja memilih mengundurkan diri. Perhitungannya menjadi:

(12 ÷ 145) × 100% = 8,28%

Jadi, voluntary turnover pada periode tersebut sekitar 8,28%.

4. Hitung involuntary turnover

Sebanyak enam pekerja lainnya keluar bukan atas keputusan sendiri.

Perhitungannya:

(6 ÷ 145) × 100% = 4,14%

Dengan demikian, involuntary turnover mencapai sekitar 4,14%.

Bagaimana Membaca Hasil Perhitungannya?

Dari contoh tersebut, perusahaan memperoleh total turnover sekitar 12,41%. Angka tersebut terdiri dari sekitar 8,28% voluntary turnover dan 4,14% involuntary turnover.

Namun, HR tidak sebaiknya langsung menyimpulkan bahwa 12,41% merupakan angka yang tinggi atau rendah. Karakteristik industri, jenis pekerjaan, ukuran perusahaan, dan kondisi pasar tenaga kerja dapat membuat konteks setiap organisasi berbeda.

Perusahaan dapat membandingkan hasil dengan periode sebelumnya untuk memperoleh gambaran yang lebih berguna. HR juga dapat memeriksa divisi, masa kerja, jabatan, dan alasan pekerja keluar.

Dengan begitu, angka turnover menjadi titik awal analisis, bukan satu-satunya dasar untuk menilai pada kondisi tenaga kerja.

Pastikan Data Perhitungan Tetap Konsisten

Perusahaan perlu menjaga kualitas catatan agar hasil perhitungan tidak menyesatkan. HR harus memastikan jumlah pekerja aktif, tanggal keluar, dan kategori turnover menggunakan periode serta definisi yang konsisten.

Selain itu, penggunaan aplikasi absensi online dapat membantu perusahaan memiliki riwayat kehadiran yang lebih terstruktur sebagai bagian dari administrasi tenaga kerja. Meski demikian, HR tetap membutuhkan data kepegawaian untuk menentukan jumlah pekerja aktif dan karyawan yang keluar.

Perusahaan juga sebaiknya menggunakan metode perhitungan yang sama setiap periode. Konsistensi tersebut membuat hasil bulanan maupun tahunan lebih mudah dibandingkan.

Kesimpulan

Contoh perhitungan turnover karyawan pada perusahaan dengan rata-rata 145 pekerja dan 18 karyawan keluar menghasilkan turnover sekitar 12,41%. Dari jumlah tersebut, voluntary turnover mencapai sekitar 8,28%, sedangkan involuntary turnover sekitar 4,14%.

Setelah menghitung hasilnya, HR perlu melihat konteks di balik angka tersebut. Perbandingan antarperiode, alasan keluar, masa kerja, dan divisi dapat membantu perusahaan memahami pola pergantian tenaga kerja secara lebih menyeluruh.